PERENCANAAN SALURAN PEMATUSAN BOEZEM SELATAN MOROKREMBANGAN SURABAYA

Authors

  • Zidane al baihaqi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Soebagio Soebagio Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30742/axial.v9i2.1751

Keywords:

Bangunan Air

Abstract

Abstrak : Boezem merupakan sebuah waduk yang memiliki luas hingga puluhan hektar yang di gunakan untuk menampung limpahan air hujan. Permasalahan utama bagi Boezem Morokrembangan yang terjadi saat ini adalah penumpukan endapan sedimen di Boezem Morokrembangan yang semakin meningkat dan membentuk kubangan air kotor pada saat musim kemarau. Disamping itu  endapan sedimen yang bercampur sampah tersebut mengeluarkan bau yang tidak enak dan menjadi sarang nyamuk. Hal ini terjadi akibat dari genangan air yang masih tersisa sedikit saat elevasi air di Boezem rendah. Dengan kondisi di atas diperlukan perencanaan saluran Pematusan agar pada saat  musim kemarau atau elevasi air di boezem rendah dan menjadi kubangan akhir, dapat segera mengalir ke saluran. Pembangunan saluran pematus di harapkan bisa menjadi solusi permasalahan sehingga pada musim kemarau bantaran boezem yang sebelum nya menjadi kubangan air limbah bisa mengering dan dapat di manfaat kan oleh masyarakat, Dari hasil analisis dengan metode Rasional diperoleh debit rencana periode ulang 25 tahun mendatang sebesar 45,91 m3/det dan debit air limbah sebesar 0,400 m3/det maka debit rancangan sebesar 46,310 m3/det. Saluran pematus di rencanakan dengan beton precast trapesium dengan lebar dasar saluran 14 m, kemiringan talud 1:1, tinggi saluran 1,5 m, kemiringan dasar saluran 0,0007 m.

 

Kata Kunci : Perencanaan, Saluran Pematus, Boezem Morokrembangan.

Downloads

Published

15-08-2021

How to Cite

baihaqi, Z. al, & Soebagio, S. (2021). PERENCANAAN SALURAN PEMATUSAN BOEZEM SELATAN MOROKREMBANGAN SURABAYA. Axial : Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Konstruksi, 9(2), 113–118. https://doi.org/10.30742/axial.v9i2.1751