ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI BARAMMAMASE KABUPATEN LUWU PROVINSI SULAWESI SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.30742/axial.v13i3.4758Keywords:
debit andalan, kebutuhan air, sungai battangAbstract
Sungai Battang sebagai sumber daya air strategis di Kabupaten Luwu. Namun, pemanfaatannya kini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, perubahan pemanfaatan lahan, hingga meningkatnya tekanan aktivitas manusia, sehingga pengelolaan yang optimal menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ketersediaan air di lokasi perencanaan mampu memenuhi kebutuhan irigasi sesui pola tanam yang diiteraapkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan data primer yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung di lokasi penelitian meliputi jenis tanaman, pola tanam, dan luas daerah irigasi, serta data sekunder dari instansi terkait mencakup curah hujan, suhu udara, kelembapan, lama penyinaran matahari, dan kecepatan angin. Analisis hidrologi dilakukan untuk menghitung kebutuhan air di sawah (Gross Farm Requirement), volume air yang harus disalurkan dari sumber (Diversion Requirement), serta kebutuhan bersih tanaman di sawah (Net Farm Requirement). Hasil penelitian diperoleh bahwa untuk luas lahan sebesar 78 hektar, total kebutuhan air mencapai 0,106 m³/detik, sedangkan debit air yang tersedia sebesar 17,46 m³/detik. Dengan menerapkan pola tanam padi–padi yang telah ada, ketersediaan dan kebutuhan air di lokasi perencanaan masih dapat terpenuhi meskipun belum terdapat bendung.
References
Anonim. (2013). Standar Perencanaan Irigasi, Kreteria Perencanaan Jaringan Irigasi (KP-01), Direktorat Jendral Pengairan Departemen Pekerjaan Umum. Bandung .
Miranti A, F., Rahmadania, M., Sudarso, J Biru, T., Barat, K., Banjarmasin, K., & Selatan, K. (2021). ANALISIS NERACA AIR SUB DAS MARTAPURA STUDI KASUS WILAYAH SUNGAI TABUK. Jurnal Teknologi Berkelanjutan (Sustainable Technology Journal, 10(2), 47–54. http://jtb.ulm.ac.id/index.php/JTB
Yanti D. H. G. (2024). NERACA KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR DAERAH IRIGASI LAKBOK UTARA UNTUK MENDUKUNG KEDAULATAN PANGAN. Jurnal Konservasi Dan Budaya, 1.
Hanifah H. P., Z. S. S. E. Q. R. M. E. F. H. (2024). Sosialisasi Kebutuhan Dan Ketersediaan Air Irigasi Pada Desa Seunebok Aceh, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Jurnal Mardika, Vol 2 No 3(3032–3053).
Ammar, H., S. R. D. S. F. A. (2020). ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI SAWAH PADI PADA DAERAH IRIGASI CIUJUNG KECAMATAN CIRUAS. Vol.02(JOSCE).
Andi, J. E., Permana, S., & Farida, I., (2015). ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI BANGBAYANG UPTD SDAP LELES DINAS SUMBER DAYA AIR DAN PERTAMBANGAN KABUPATEN GARUT . Jurnal STT-Garut, 13(2302–7312).
Priyonugroho, A. (2014). ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI (STUDI KASUS PADA DAERAH IRIGASI SUNGAI AIR KEBAN DAERAH KABUPATEN EMPAT LAWANG). In Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan (Vol. 2, Issue 3).
Rizqi, M., Yasar, M., & Sri Jayanti, D. (2019). Analysis of Irrigation Water Requirement Using CROPWAT 8.0 in Krueng Jreu Irrigation Area of Aceh Besar Regency. JURNAL ILMIAH MAHASISWA PERTANIAN, Volume 4(2615–2878). www.jim.unsyiah.ac.id/JFP
Wardani Mutia, K. E. (2022). ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI UNTUK TANAMAN PADI DI DESA BERORA KECAMATAN LOPOK. JURNAL KACAPURI JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL, Volume 5.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

