Laporan Kasus: Otitis Media Tuberkulosis dengan Kolesteatoma pada Anak

Riyan Charlie Milyantono, Titiek H Ahadiah

Abstract


Otitis media tuberkulosis adalah peradangan  kronik mukosa telinga tengah yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Gejala klasik otitis media tuberkulosis adalah  perforasi multipel membrane timpani, otore tanpa nyeri dan jaringan granulasi yang banyak. Diagnosis pasti berdasarkan ditemukan BTA dari sekret telinga atau aspirasi telinga tengah dengan atau tanpa kultur mycobacterium tuberculosis serta pemeriksaan histopatologi jaringan granulasi. Tujuan penulisan ini untuk melaporkan satu kasus jarang, yaitu Otitis media tuberculosis dengan kolesteatoma. Kasus: Anak perempuan  usia 4 tahun dengan keluhan utama bengkak di depan dan belakang telinga kiri sejak 20 hari sebelum datang ke rumah sakit. Dilakukan insisi drainase abses, urgent canal wall down mastoidectomy sinistra dan kraniotomi untuk evakuasi abses. Metode penulisan dengan pencarian literatur melalui PubMed didapatkan 3 literatur yang dianalisis. Dari laporan kasus yang didapatkan, diagnosis otitis media tuberculosis dilakukan dengan pemeriksaan otoskopi, audiologi, mikrobiologi dan histopatologi, foto polos dada, CT scan tulang temporal. Kesimpulannya adalah otitis media tuberculosis merupakan kasus yang jarang dan sulit untuk dilakukan diagnose tepat. Sehingga memerlukan tingkat kewaspadaan tinggi pada gejala-gejala klinis otitis media yang disertai dengan komplikasi.

 


Keywords


otitis media; tuberkulosis; kolesteatoma; diagnosis

Full Text:

PDF PDF

References


Acuin JM, 2008. Tuberculosis of the temporal bone. In : Gleeson M, Browning GG, Burton MJ, Clarke R, Hibbert J, Jones NS et al, eds. Scott Brown’s otorhinolaryngology, head and neck surgery. 7th edition. London: Edward Arnold (Publishers) Ltd. Pp: 3446-52.

Adhikari P, Guragain R, Bhusal CL, 2010. Tuberculous otitis media with facial palsy : a case report. Nepalese Journal of ENT Head & Neck Surgery. 1(1):17-8.

Adhikari P, 2009. Tuberculous otitis media : A review of literature. The Internet J. Otorhinoaryngol. 9.

Arora VK, Gowrinanth K, 2015. Tuberculous ottos media and short chemotherapy. https://www.researchgate.net/publication/265245566_TUBERCULOUS_OTTOS_MEDIA_AND_SHORT_COURSE_CHEMOTHERAPY

Cho YS, Lee HS, Kim SW, Chung KH, Lee DK, Koh WJ et al, 2006. Tuberculous otitis media: A clinical and radiologic analysis of 52 patients. The Laryngoscope. 116:921-7.

Dale OT, Clarke AR, Drysdale AJ, 2011. Challenges encountered in the diagnosis oftuberculous otitis media: case report andliterature review. The Journal of Laryngology and Otology. 125, 738–740.

Edward Y, Mulyani S, 2011. Diagnosis dan penatalaksanaan otitis media tuberkulosis. Bagian Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas. https://www.scribd.com/document/353143498/Diagnosis-Dan-Penatalaksanaan-Otitis-Media-Tuberkulosis

Ergun I, Keven K, Sengu S, Kutlay S, Sertcelik A, Ertu S et al, 2004. Tuberculous Otitis Media in a Renal Transplant Recipient. Am J Kidney Dis. 43(6): e1-3.

Gupta KB, Tandon S, Mathur SK, and Kalra R, 2000. Tuberculosis of middle ear – a case report. Ind.J.Tub. 47,45.

Jesic S, Stosic S, Milenkovic B, Nesic V, Dudvarski Z, Jotic A et al, 2009. Middle ear tuberculosis: diagnostic criteria. Srp Arh Celok Lek. 137(7-8): 348-50.

Kaushik M, Mishra P, Dehadaray A, Bansal A, 2012. Primary tuberculous otitis with cholesteatoma revisited: literature Review with case report. Biol Biomed Reports. 2(2): 94-98.

Kenyorini, Suradi, Surjanto E, 2011. Uji tuberkulin. Jurnal Tuberkulosis Indonesia. 3(2):1-5.

Latif S, Chattha RU, Sarfraz S, Ahmed R, Aslam N. 2011. Diagnostic difficulties in Tuberculous otitis media: Review of literature. Pakistan Journal of Otolaryngology.

Makhdoom NK, 2010. Unilateral tuberculous otitis media. Journal of Mediine and Medica Science. 1(6):192-195.

Nishiike S, Irifune M, Osaki Y, Doi K, Kiuchi N, 2003. Tuberculous otitis media: clinical aspects of 12 cases. Annals of Otology, Rhinology and Laryngology. 112(11):935-8.

Pandey AK, Singh VP, Maithani T, Dey D, 2011. Tuberculous otitis media. Indian Medical Gazette 2: 501-504.

Parab SR, Khan MM, Ghaisas VS, 2010. Simultaneous involvement of larynx and middle ear in pulmonary tuberculosis. The Laryngoscope. 120: 1892-1894.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2006. Tuberkulosis pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia.

Pujiati S, 2009. Pengaruh pemberian obat tuberculosis dalam bentuk fixed dose. Tesis. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

Rahajoe NN, Basir D, Makmur, Kartasasmita CB, 2008. Pedoman nasional tuberkulosis anak. Edisi ke 2. Jakarta: UKK respirologi PP IDAI. hal.45-57.

Rho MH, Kim DW, Kim SS, Sung YS, Kwon JS, Lee SW, 2007. Tuberculous Otomastoiditis on High-Resolution Temporal Bone CT: Comparison with Non tuberculous Otomastoiditis with and without Cholesteatoma. Am J Neuroradiol 28:493–96.

Rofii A, 2001. Tuberkulosis di bidang THT. Dalam : Isa A, Soefyani A, Juwono O, Budiarti LY, ed. Tuberkulosis tinjauan multidisiplin. Banjarmasin: Pusat studi tuberkulosis Fakultas Kedokteran UNLAM. hal. 153-6.

Sahn SA, Davidson PT, 1974. Mycobacterium tuberculosis infection of the middle ear. Chest. 66(1):104-106.

Sens PM, Almeida CIR, Valle LOD, Costa LHC, Angeli MLS, 2008. Middle ear tuberculosis. Brazilian Journal of Otorhinolaryngology. 74(4):621-7.

Sikora AG, Rothstein SG, Garay KF, Spiegel R, 2004. Tuberculosis of the head and neck. In : Rom WN, Garay SM, Bloom BR, eds. Tuberculosis. 2nd edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.pp: 477-86.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Riyan Charlie Milyantono, Titiek H Ahadiah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

 Google Scholar Sinta Science and Technology Index  Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) Indonesian Publication Index (IPI) PKP Index Garuda