Strategi Mengurangi Kerugian Pascapanen Melalui Pengembangan Teknologi di Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur Indonesia.

Markus Patiung

Abstract


ABSTRAK

Judul Strategi Mengurangi Kerugian Pascapanen Melalui Pengembangan Teknologi di Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur Indonesia.

Permasalahan utama yang dihadapi dalam penanganan pascapanen padi adalah tingginya susut baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Gabah yang kadar airnya tinggi mempunyai sifat mudah rusak dan akan mengalami susut pada saat penanganan pascapanen dan pengolahan .

Tujuan penelitian untuk mengetahui : (1) Besaran susut panen pada proses pascapanen, (2) Besaran konversi pengeringan dari Gabah Kering Panen ke Gabah Kering Giling, (3) Besaran konversih/rendemen penggilingan dari Gabah Kering Giling (GKG) ke beras.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan produksi padi dapat dilakukan dengan meningkatkan produksi per satuan hektar dan mengurangi penyusutan hasil pascapanen. Penyusutan hasil pascapanen padi di Kabupaten Tuban masih cukup tinggi yaitu 11,15 %. Artinya setiap tahun Kabupaten Tuban masih kehilangan gabah sebanyak lebih dari 70.882 ton. Dalam nilai ekonomi gabah sekitar Rp 212,65 juta setiap tahunnya. Penyusutan hasil terbesar terjadi pada tahap panen dan perontokan gabah.Kedua tahap ini masih menggunakan teknologi yang sederhana.Kelompok tani memerlukan lebih banyak mesin pascapanen yang lebih modern dan efisien.

Rekomendasi, salah satu mesin pascapanen padi yang direkomendasikan adalah pemotong padi type reaper dan combine harvester.Penggilingan padi (rice mill) juga bagian penting dari penyusutan hasil pascapanen padi. Pemeriksaan teknologi penggilingan padi secara berkala akan membuat efisiensinya terjaga.

Kata Kunci: Kerugian, Pascapanen, Strategi dan Teknologi


Full Text:

PDF File


DOI: http://dx.doi.org/10.30742/jisa.v15i2.504

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered by : PRODI AGRIBISNIS

Indexing by :