Inovasi Vertikultur Berbasis Limbah Plastik untuk Budidaya Bawang Merah (Allium cepa L.) di Perkotaan
Keywords:
Vertikultur, limbah plastik, bawang merah, perkotaan, budidayaAbstract
Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah plastik sebagai wadah budidaya vertikultur serta mengetahui
potensi budidaya bawang merah pada lahan terbatas. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, studi
pustaka, pembuatan rak vertikultur dari botol plastik bekas, penanaman umbi bawang merah, serta perawatan
tanaman yang mencakup penyiraman, pemupukan, pengendalian hama, dan penyulaman. Rak vertikultur dibuat
menggunakan enam botol plastik bekas berukuran 1,5 liter yang disusun pada rangka kayu dan dipasang pada
dinding rumah untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa limbah botol plastik
dapat dimanfaatkan sebagai media tanam yang mendukung pertumbuhan bawang merah pada lahan sempit. Sistem
vertikultur juga memudahkan perawatan tanaman, mengurangi penumpukan sampah plastik, serta meningkatkan
efisiensi penggunaan ruang di lingkungan perkotaan. Dengan demikian, inovasi vertikultur berbasis limbah plastik
dapat menjadi alternatif budidaya bawang merah yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan bagi masyarakat
perkotaan.
References
Direktorat Jenderal Hortikultura. (2020). Statistik hortikultura 2019. Kementerian Pertanian
Republik Indonesia, Jakarta.
Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (1985). Physiology of crop plants. Iowa State
University Press, Ames.
Hamdani, K. K., Susanto, H., Nurawan, A., & Rahayu, S. P. (2023). Aplikasi pupuk NPK pada
tanaman bawang merah di Kabupaten Cirebon. Vegetalika, 12(2), 88–100.
Hidayatulloh, M., Fauziyah, N., Fikriyah, W., Ummah, R., & Habibullah, A. (2022). Budidaya
tanaman vertikultur sebagai upaya pengoptimalan ketahanan pangan rumah tangga. Jurnal
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI), 2(1), 29–37.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Sistem informasi pengelolaan sampah
nasional. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta.
Lay, B., Kartika, S., & Pradana, Y. (2023). Teknik Pemupukan dan Pengendalian Hama pada
Tanaman Bawang Merah. Jurnal Agronomi Indonesia, 12(1), 34-42.
Resh, H. M. (2013). Hydroponic food production: A definitive guidebook for the advanced home
gardener and the commercial hydroponic grower (7th ed.). CRC Press, Boca Raton.
Siregar, A. (2019). Pengendalian Hama Siput pada Budidaya Tanaman Bawang Merah. Jurnal
Proteksi Tanaman, 8(1), 45-52.
112 (Prosiding Seminar Agrifuture: Integrasi Keberlanjutan dan Inovasi Pertanian)
Suryani, N. (2019). Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Sebagai Wadah Tanam untuk
Mengurangi Sampah Plastik. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2), 145-152.
Taiz, L., Zeiger, E., Møller, I. M., & Murphy, A. (2015). Plant physiology and development (6th
ed.). Sinauer Associates, Sunderland.
Wasonowati, C. (2021). Pengembangan sayuran lokal dengan vertikultur pada pekarangan
keluarga (family farming). Jurnal Ilmiah Pangabdhi, 7(1), 11–14.

