Analisis Kedaulatan Pangan Kelompok Wanita Tani Maduasri Desa Maduran Kabupaten Lamongan

Authors

  • Evi Maf’idatul Ilmi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Silviana Aulia Dewi Universitas Negeri Surabaya
  • Ristani Widya Inti Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Keywords:

Kedaulatan Pangan, Kelompok Wanita Tani, Akses Pasar, Kemandirian Pangan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat dan faktor-faktor yang memengaruhi kedaulatan pangan
(food sovereignty) pada Kelompok Wanita Tani (KWT Madu Asri) di wilayah Kecamatan Maduran,
Kabupaten Lamongan. KWT Madu Asri memiliki peran krusial dalam sistem pangan lokal, namun
tantangan terkait akses, kontrol, dan keberlanjutan seringkali menghambat terwujudnya kedaulatan pangan
yang sejati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KWT Madu Asri di Maduran berada pada tingkat
kedaulatan pangan menengah (moderate). Meskipun mereka memiliki kemandirian yang tinggi dalam
produksi sayuran rumah tangga dan diversifikasi pangan, mereka masih menghadapi ketergantungan yang
signifikan pada pasar luar untuk input pertanian (benih dan pupuk) dan memiliki kontrol terbatas atas harga
jual produk pertanian unggulan mereka. Faktor-faktor dominan yang mendukung kedaulatan pangan adalah
jejaring sosial yang kuat antar anggota dan program pendampingan dari pemerintah daerah. Sementara itu,
kendala utamanya adalah keterbatasan modal dan fluktuasi harga komoditas. Sehingga peningkatan
kedaulatan pangan KWT Madu Asri di Maduran memerlukan intervensi yang berfokus pada penguatan
akses modal usaha dan pengembangan teknologi pertanian mandiri seperti produksi benih lokal untuk
mengurangi ketergantungan eksternal, sekaligus memperkuat kapasitas negosiasi pasar KWT Madu Asri.

References

Altieri, M. A., & Toledo, V. M. (2011). The agroecological revolution in Latin America:

rescuing nature, ensuring food sovereignty and empowering peasants. Journal of

peasant studies, 38(3), 587-612.

Ayuningtyas, F. J., & Hapsari, T. P. (2024). Strategi Penguatan Modal Sosial KWT Ngudi

Rejeki dalam Implementasi Kebijakan SDGs Desa dan Ketahanan Pangan. Jurnal

Riset Daerah Kabupaten Bantul, 24(2).

Bernstein, H. (2017). Food sovereignty via the ‘peasant way’: a sceptical view. In Critical

perspectives on food sovereignty (pp. 131-164). Routledge.

Calvário, R., & Desmarais, A. A. (2023). The feminist dimensions of food sovereignty:

insights from La Via Campesina’s politics. The Journal of Peasant Studies, 50(2),

640-664.

Claeys, P., Desmarais, A. A., & Singh, J. (2021). 27. Food sovereignty, food security and

the right to food. Handbook of Critical Agrarian Studies, 238.

Gaarde, I., & De Schutter, O. (2017). Peasants negotiating a global policy space: La Vía

Campesina in the Committee on World Food Security. Routledge.

150 (Prosiding Seminar Agrifuture: Integrasi Keberlanjutan dan Inovasi Pertanian)

Haryanta, D., Sa’adah, T. T., & Inti, R. W. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Dalam

Pengelolaan Limbah Perantingan Pepohonan Di Lingkungan Perumahan.

Indonesian Collaboration Journal of Community Services (ICJCS), 2(4), 317-328.

Hidayat, S. W., Ilmi, E. M. I., & Koesriwulandari, K. (2025). Dampak Pelatihan Literasi

Keuangan Terhadap Inklusi Keuangan Petani Di Kecamatan Tutur Kabupaten

Pasuruan (The Impact of Financial Literacy Training on Financial Inclusion of

Farmers in Tutur District, Pasuruan Regency). Jurnal Ilmiah Sosio Agribis, 25(1),

169-176.

Kasim, S. S., Supiyah, R., Jabar, A. S., Roslan, S., & Tawulo, M. A. (2025). Respons

Perempuan Tani Terhadap Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Mendorong

Keberlanjutan Sektor Pertanian Lokal di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe

Selatan. Jurnal Neo Societal, 10(1), 45-63.

Sari, A. C. F. (2024). Proyek Strategis Nasional Bernama Food Estate: Ancaman Otonomi

Petani dan Keragaman Sumber Pangan Lokal di Desa Umbu Mamijuk, Sumba

Tengah. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 6(3), 352-375.

Wahyuni, S., Sejati, W. K., & Azis, M. (2015). Kedaulatan pangan sebagai basis untuk

mewujudkan ketahanan pangan nasional. In Forum Penelitian Agro Ekonomi (Vol.

33, No. 2, pp. 95-109).

Wastutiningsih, S. P., Untari, D. W., Rahmawati, T. D., & Sulistyo, A. (2012). Kebijakan

Pengembangan Pangan Lokal Melalui Penyuluhan Pertanian Menuju Kedaulatan

Pangan Di Kabupaten Bantul (Development Policy On Local Food Through

Agricultural Extension Toward Food Sovereignty In Bantul Regency). Jurnal IlmuIlmu Pertanian, 16(2), 69-75.

Widarawati, R., Prakoso, B., & Naila, R. (2021). Peran Kelompok Wanita Tani Dalam

Pemanfaatan Lahan Pekarangan Dengan Budidaya Tanaman Sayuran Organik.

Jurnal Dinamika Pengabdian, 7(1), 145-156.

Wittman, H., Desmarais, A., & Wiebe, N. (2010). The origins and potential of food

sovereignty. Food sovereignty: Reconnecting food, nature and community, 2.

Wittman, H. (2011). Food sovereignty: a new rights framework for food and nature?.

Environment and Society, 2(1), 87-105.

Downloads

Published

2026-08-13

How to Cite

Ilmi, E. M., Dewi, S. A., & Inti, R. W. (2026). Analisis Kedaulatan Pangan Kelompok Wanita Tani Maduasri Desa Maduran Kabupaten Lamongan. Prosiding Seminar Nasional Agrifuture, 1(1), 143–150. Retrieved from http://journal.uwks.ac.id/agrifuture/article/view/5808