NILAI EKONOMI PRODUKSI PADI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN PANGAN LOKAL (DI DESA MERGOSARI KECAMATAN TARIK, KABUPATEN SIDOARJO)

Authors

  • Grace Kezia Dakhi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Markus Patiung Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Ristani Widya Inti Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Keywords:

Nilai Ekonomi Lahan Sawah, Produksi Padi, Ketahanan Pangan Lokal, Indeks Ketersediaan Pangan, Kabupaten Sidoarjo

Abstract

Lahan sawah merupakan aset agraria strategis yang memiliki peran ganda: sebagai sumber nilai ekonomi
bagi petani dan sebagai penyangga ketahanan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis
besarnya produksi padi lahan sawah, (2) mengukur nilai ekonomi lahan sawah dari aspek produksi padi,
dan (3) menganalisis implikasinya terhadap ketahanan pangan lokal di Desa Mergosari, Kecamatan Tarik,
Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei
terhadap 152 petani responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan
perhitungan produksi (Q = Y × L), analisis nilai ekonomi lahan (NEL = TR − TC), konversi gabah ke beras
(Qₙₑʳᵃˢ = Qₚᵃᵈᴵ × 64,02%), dan Indeks Ketersediaan Pangan Lokal (IKPL = Qₙₑʳᵃˢ/Kₙₑʳᵃˢ). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa lahan sawah seluas 102,88 ha dengan produktivitas 6,9 ton/ha/musim menghasilkan
produksi gabah sebesar 1.419,74 ton per tahun. Nilai ekonomi bersih lahan sawah mencapai Rp
6.049.014.784 per tahun atau rata-rata Rp 58.799.163 per hektar per tahun. Setelah dikonversi dengan angka
rendemen 64,02%, produksi beras mencapai 908,92 ton per tahun. Dengan kebutuhan beras penduduk
sebesar 236,04 ton per tahun (3.502 jiwa × 67,40 kg/kapita/tahun), diperoleh IKPL sebesar 3,85, yang
mengindikasikan bahwa Desa Mergosari berada dalam kondisi surplus pangan yang signifikan (385% dari
kebutuhan). Temuan ini menegaskan bahwa pertahanan lahan sawah merupakan prasyarat fundamental
bagi keberlanjutan ketahanan pangan lokal dan nilai ekonomi pertanian.

References

Andinata, K. F., Saty, F. M., Andarwangi, T., & Pratiwi, D. (2025). Analisis pendapatan

usahatani padi di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan. Journal of

Food System and Agribusiness, 9(2).

https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/JFA/article/view/3797

Agus, F., & Irawan. (2006). Agricultural land conversion as a threat to food security and

environmental quality. Jurnal Litbang Pertanian, 25(3), 90–98.

Badan Pangan Nasional. (2023). Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2023

tentang Harga Pembelian Pemerintah atas Gabah dan Beras. Jakarta: Badan

Pangan Nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2023.

Jakarta: Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo. (2024). Kecamatan Tarik Dalam Angka 2024.

Sidoarjo: BPS Kabupaten Sidoarjo.

Barbier, E. B. (2019). The economics of ecosystems and biodiversity. Annual Review of

Resource Economics, 11(1), 355–372. https://doi.org/10.1146/annurev-resource100518-094020

Bappenas. (2020). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–

2024. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Costanza, R., de Groot, R., Sutton, P., van der Ploeg, S., Anderson, S. J., Kubiszewski,

I., Farber, S., & Turner, R. K. (2019). Changes in the global value of ecosystem

services. Global Environmental Change, 26, 152–158.

https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2014.04.002

Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods

Approaches (5th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.

Dewan Ketahanan Pangan. (2015). Kebijakan Ketahanan Pangan Nasional. Jakarta:

Dewan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI.

Dharmawan, A. H., Putri, E. I. K., Sodikin, I., & Sundawati, L. (2021). Gender dan

pertanian: Peranan perempuan dalam sistem usahatani padi di Jawa. Jurnal Ilmu

Pertanian Indonesia, 26(2), 180–192.

Dobermann, A., & Fairhurst, T. (2000). Rice: Nutrient Disorders and Nutrient

Management. Los Baños: International Rice Research Institute (IRRI).

195

Ekaria, E., Ranita, R., Munawir, M., Kamisi, K. L. H., Marsaoly, A. H., & Nur, A. (2025).

Sustainable rice farming: Integration strategy to increase rice productivity in

North Maluku Province, Indonesia. Agricultural Science Digest, 45(5), 818–825.

https://doi.org/10.18805/ag.DF-712

FAO. (1996). Rome Declaration on World Food Security and World Food Summit Plan

of Action. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.

FAO. (2009). Declaration of the World Summit on Food Security. Rome: FAO.

https://www.fao.org/3/k6050e/k6050e.pdf

FAO. (2021). The State of Food Security and Nutrition in the World 2021. Rome: FAO.

https://doi.org/10.4060/cb4474en

Firmansyah, F., Yusuf, M., & Argarini, T. O. (2021). Strategi pengendalian alih fungsi

lahan sawah di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Penataan Ruang, 16(1), 47–55.

https://doi.org/10.12962/j2716179x.v16i1.8726

Hanley, N., & Spash, C. L. (1993). Cost-Benefit Analysis and the Environment.

Aldershot: Edward Elgar.

Irawan, B. (2005). Konversi lahan sawah: Potensi dampak, pola pemanfaatannya, dan

faktor determinan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 23(1), 1–18.

Istifadhoh, E., Patiung, M., & Wisnujati, N. S. (2024). Optimizing agricultural food

institutions at the farmer level to enhance rice productivity: A strategic approach

for sustainable development. Aurora: Journal of Emerging Business Paradigms,

1(2), 88–99. https://doi.org/10.62394/aurora.v1i2.138

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Buku Statistik Pertanian 2023.

Jakarta: Pusdatin Kementan RI.

Mubarokah, S. L., & Syamsuddin, A. (2024). Penerapan sistem bagi hasil petani

penyakap terhadap efisiensi usahatani padi. Jurnal Pertanian, 15(1), 53–62.

https://doi.org/10.30997/jp.v15i1.13049

Mulyani, A. (2022). Analisis kapasitas produksi lahan sawah untuk ketahanan pangan

nasional menjelang tahun 2045. Jurnal Sumberdaya Lahan, 16(1), 1–14.

Nainggolan, S., Asmara, R., & Hanani, N. (2019). Hubungan tingkat pendidikan dengan

produktivitas petani padi sawah di Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Agribisnis

Sumatera Utara, 12(1), 58–72.

Noviwiyanah, D., & Yudhistira, M. H. (2024). Pengaruh luas lahan sawah terhadap

produksi dan konsumsi pangan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pertanian dan

Agribisnis, 8(3), 874–884. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2024.008.03.4

Nugraha, S., Setyono, A., & Sutrisno. (2020). Rendemen beras pada berbagai varietas

padi unggul nasional dengan metode penggilingan berbeda. Jurnal Penelitian

Tanaman Pangan, 4(2), 97–107.

Patiung, M., & Wisnujati, N. S. (2024). Analysis of the multifunctional economic value

of rice field as producers of cultivation media and products/environmental

services in Sidoarjo District, East Java Province, Indonesia year 2024. Jurnal

Penelitian Pendidikan IPA, 10(12), 10956–10963.

https://jppipa.unram.ac.id/index.php/jppipa/article/view/9889

Pearce, D. W., Turner, R. K., & Barbier, E. B. (2019). Blueprint for a Green Economy.

London: Routledge.

196 (Prosiding Seminar Agrifuture: Integrasi Keberlanjutan dan Inovasi Pertanian)

Pearce, D. W., & Warford, J. J. (1993). World Without End: Economics, Environment,

and Sustainable Development. Oxford: Oxford University Press.

Pramesthy, A. H. H., Yasa, I. W., Setyawan, F., Adiwibowo, Y., & Manggala, F. P.

(2023). Dampak alih fungsi lahan sawah dilindungi (LSD) terhadap ketahanan

pangan pedesaan di Kabupaten Jember. Inicio Legis, 4(2), 167–181.

https://doi.org/10.21107/il.v4i2.23103

Rachman, H. P. S., & Ariani, M. (2008). Ketahanan pangan: Konsep, pengukuran, dan

strategi. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 20(1), 12–24.

Rohmah, N., Mulya, S. P., & Rustiadi, E. (2025). Nilai ekonomi lahan sawah dan

implikasinya terhadap ketahanan pangan lokal. Jurnal Ekonomi Pertanian dan

Agribisnis, 9(1), 112–128. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2025.009.01.09

Soekartawi. (2016). Analisis Usahatani (Edisi Revisi). Jakarta: Penerbit Universitas

Indonesia (UI Press).

Sudarma, I., Sawitri Dj, W., & Setiawan, I. G. B. D. (2024). Konversi lahan pertanian dan

dampaknya terhadap kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di Provinsi Bali.

Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(1), 113–124.

https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2024.008.01.9

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2).

Bandung: Alfabeta.

Suryana, A. (2014). Menuju ketahanan pangan Indonesia berkelanjutan 2025: Tantangan

dan penanganannya. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 32(2), 123–135.

https://doi.org/10.21082/fae.v32n2.2014.123-135

Susilowati, S. H. (2016). Fenomena penuaan petani dan berkurangnya tenaga kerja muda

serta implikasinya bagi kebijakan pembangunan pertanian. Forum Penelitian

Agro Ekonomi, 34(1), 35–55.

Syahyuti, Sunarsih, Wahyuni, S., Suhaeti, R. N., & Sejati, W. K. (2019). Petani muda

Indonesia: Kondisi dan strategi regenerasi petani. Analisis Kebijakan Pertanian,

17(1), 67–84.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Jakarta: Sekretariat Negara.

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Berkelanjutan. Jakarta: Sekretariat Negara.

Uwiringiyimana, X., & Antriyandarti, E. (2025). Declining rice production in Indonesia:

A case study of Central Java, challenges and food security strategies. International

Journal of Science and Business, 9(1), 1–14. https://www.ijsab.com/jsr-volume9-issue-1/8120

Widowati, S., & Nurfitriani, D. (2023). Nilai ekonomi multifungsi lahan sawah dalam

ketahanan pangan berkelanjutan. Jurnal Ekonomi Pertanian, 18(1), 55–70.

Downloads

Published

2026-08-13

How to Cite

Dakhi, G. K., Patiung, M., & Inti, R. W. (2026). NILAI EKONOMI PRODUKSI PADI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN PANGAN LOKAL (DI DESA MERGOSARI KECAMATAN TARIK, KABUPATEN SIDOARJO). Prosiding Seminar Nasional Agrifuture, 1(1), 189–196. Retrieved from http://journal.uwks.ac.id/agrifuture/article/view/5814