Respon Pertumbuhan Vegetatif Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) terhadap Media Tanam dan Pupuk Organik Cair

Authors

  • Gumelar Putra Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Indarwati Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Jajuk Herawati Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Keywords:

Kangkung darat, Media tanam, Pupuk organik cair, Pertumbuhan tanaman, Ipomoea reptans Poir

Abstract

Kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.) merupakan salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi
masyarakat dan memiliki nilai gizi yang baik. Upaya peningkatan pertumbuhan tanaman kangkung dapat
dilakukan melalui penggunaan media tanam yang sesuai serta pemberian pupuk organik cair (POC).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dan POC terhadap pertumbuhan vegetatif
kangkung darat. POC yang digunakan berasal dari urin sapi, kambing, dan kelinci, sedangkan media tanam
terdiri atas beberapa komposisi campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa media tanam dan POC memberikan pengaruh yang berbeda terhadap parameter
pertumbuhan vegetatif kangkung darat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai
penggunaan media tanam dan POC yang tepat untuk mendukung pertumbuhan kangkung darat.

References

AAK. (1992). Sayuran dalam kehidupan sehari-hari. Yogyakarta: Kanisius.

Afriansyah, A. (2020). Dasar-dasar ilmu tanah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Al Hadi, A. (2023). Ilmu tanah dan kesuburan tanah. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Annisa, R., Febri, R., & Leni, S. (2016). Media tanam dan pertumbuhan tanaman.

Jakarta: Penebar Swadaya.

Badan Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur. (2015). Pengelolaan

kesuburan tanah pertanian. Samarinda: BPTP Kaltim.

Gomez, K. A., & Gomez, A. A. (1984). Statistical procedures for agricultural research.

New York: Wiley.

Hanafiah, K. A. (2010). Dasar-dasar ilmu tanah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Haryoto. (2009). Komposisi gizi sayuran daun. Yogyakarta: Kanisius.

Juniyati, S. (2016). Pengaruh pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman. Jurnal

Agroteknologi, 4(2), 15–22.

Kurniawan, A. (2020). Morfologi tanaman kangkung (Ipomoea reptans Poir). Jurnal

Biologi Pertanian, 8(1), 20–28.

Lakitan, B. (2011). Dasar-dasar fisiologi tumbuhan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Lingga, P., & Marsono. (2013). Petunjuk penggunaan pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Munir, A. (2017). Media tanam dalam budidaya tanaman hortikultura. Jurnal Pertanian,

6(1), 10–17.

Rukmana, R. (2010). Kangkung: Budidaya dan pascapanen. Yogyakarta: Kanisius.

Samekto, A. (2016). Pupuk organik dan pupuk hayati. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sari, D. P. (2020). Pengaruh pH tanah terhadap pertumbuhan kangkung. Jurnal Ilmu

Pertanian, 7(2), 35–42.

Setiawan, A. (2010). Budidaya sayuran organik. Jakarta: Penebar Swadaya.

Supriyati, Y., & Herliana, E. (2017). Arang sekam sebagai media tanam hortikultura.

Jurnal Pertanian Lahan Kering, 9(1), 10–18.

Downloads

Published

2026-08-13

How to Cite

Putra, G., Indarwati, & Herawati, J. (2026). Respon Pertumbuhan Vegetatif Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) terhadap Media Tanam dan Pupuk Organik Cair . Prosiding Seminar Nasional Agrifuture, 1(1), 189–202. Retrieved from http://journal.uwks.ac.id/agrifuture/article/view/5815