Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian menjadi Kawasan Industri terhadap Kondisi Sosial Ekonomi dan Pendapatan Rumah Tangga Petani di Kabupaten Madiun
Keywords:
alih fungsi lahan, lahan pertanian, dampak sosial ekonomi, pendapatan rumah tangga petani, ketahanan pangan, Kabupaten MadiunAbstract
Alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri merupakan tantangan yang terus berulang di negara
berkembang dan mengancam mata pencaharian pedesaan, ketahanan pangan, serta stabilitas sosial
ekonomi. Penelitian ini mengkaji dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri terhadap
kondisi sosial ekonomi dan pendapatan rumah tangga petani di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Indonesia.
Dengan menggunakan desain penelitian mixed-methods sequential explanatory, data primer dikumpulkan
dari 120 rumah tangga petani di tiga kecamatan (Wonoasri, Wungu, dan Mejayan) melalui wawancara
terstruktur, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan wawancara mendalam. Data sekunder bersumber dari
statistik panen padi resmi Kabupaten Madiun Tahun 2024 yang diterbitkan oleh BPS, yang mencatat luas
panen sebesar 73.420 hektare dan produksi 437.458 ton gabah kering giling (GKG). Analisis kuantitatif
menggunakan metode Difference-in-Differences (DiD), regresi linier berganda (OLS), dan Location
Quotient (LQ), sementara data kualitatif dianalisis secara tematik menggunakan perangkat lunak ATLAS.ti.
Temuan awal menunjukkan penurunan luas panen sebesar 1,83% dan penurunan marginal produksi GKG
sebesar 0,03% antara tahun 2023 dan 2024, yang sebagian disebabkan oleh tekanan alih fungsi lahan.
Penelitian ini memberikan bukti empiris bagi perdebatan yang sedang berlangsung mengenai transisi
agraria dan tata kelola lahan di koridor industri yang sedang berkembang.
References
Arsyad, S., & Rustiadi, E. (Eds.). (2012). Penyelamatan tanah, air, dan lingkungan.
Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
BPS Kabupaten Madiun. (2025). Berita Resmi Statistik No. 02/04/3519/Th. XXIX: Luas
Panen dan Produksi Padi di Kabupaten Madiun 2024 (Angka Tetap). Badan Pusat
Statistik Kabupaten Madiun.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative
Research in Psychology, 3(2), 77–101.
https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Creswell, J. W., & Clark, V. L. P. (2017). Designing and conducting mixed methods
research (3rd ed.). SAGE Publications.
Department for International Development (DFID). (1999). Sustainable livelihoods
guidance sheets. DFID.
Hair, J. F., Risher, J. J., Sarstedt, M., & Ringle, C. M. (2019). When to use and how to
report the results of PLS-SEM. European Business Review, 31(1), 2–24.
Irawan, B. (2019). Konversi lahan sawah: Potensi dampak, pola pemanfaatan, dan faktor
determinan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 23(1), 1–18.
Kusumaningrum, D., Mulyo, J. H., & Irham. (2020). Dampak konversi lahan pertanian
terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kabupaten Sleman. Agro Ekonomi,
31(2), 145–160.
Lambin, E. F., Geist, H. J., & Lepers, E. (2003). Dynamics of land-use and land-cover
change in tropical regions. Annual Review of Environment and Resources, 28,
205–241.
Li, T. M. (2011). Centering labor in the land grab debate. Journal of Peasant Studies,
38(2), 281–298.
Mather, A. S. (1992). The forest transition. Area, 24(4), 367–379.
Noltze, M., Schwarze, S., & Qaim, M. (2013). Understanding the adoption of system
technologies in smallholder agriculture: The system of rice intensification (SRI)
in Timor Leste. Agricultural Systems, 108, 64–73.
Pribadi, D. O., & Pauleit, S. (2021). Peri-urban agriculture in Jabodetabek Metropolitan
Area and its relationship with the urban socioecological system. Land Use Policy,
100, 104908.
Putnam, R. D. (1993). Making democracy work: Civic traditions in modern Italy.
Princeton University Press.
226 (Prosiding Seminar Agrifuture: Integrasi Keberlanjutan dan Inovasi Pertanian)
Rahmawati, R., & Subejo. (2022). Perubahan sosial ekonomi petani terdampak alih fungsi
lahan di Kabupaten Bantul. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi
Pertanian, 25(1), 87–102.

