Valuasi Ekonomi Fungsi Daur Ulang Biomassa Organik pada Lahan Sawah sebagai Jasa Ekosistem (Studi Kasus di Desa Kramat Temenggung, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo)
Keywords:
valuasi ekonomi, jasa ekosistem, biomassa organik, lahan sawah, replacement costAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas tampung biomassa organik (jerami padi), jumlah biomassa
yang dapat secara efektif didaur ulang, dan nilai ekonomi yang dihasilkan dari fungsi daur ulang biomassa
organik pada lahan sawah di Desa Kramat Temenggung, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.
Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Pengukuran
lapangan dilakukan pada 20 titik observasi yang tersebar di seluruh areal lahan sawah seluas 9,5 hektar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas tampung biomassa organik (KSO) lahan sawah adalah
sebesar 15,25 ton/ha/musim tanam atau 145 ton total per musim tanam. Jumlah biomassa organik yang
dapat didaur ulang secara efektif (JSO) mencapai 10,68 ton/ha/musim tanam atau 101,5 ton total, dengan
menggunakan efisiensi daur ulang (ER) sebesar 70% sesuai standar FAO (2017). Nilai ekonomi daur ulang
biomassa organik (NESO) adalah sebesar Rp 8.540.000/ha/musim tanam atau Rp 17.080.000/ha/tahun, dan
Rp 81.200.000/musim tanam atau Rp 162.400.000/tahun untuk total luas lahan sawah. Nilai ini dihitung
menggunakan metode replacement cost berdasarkan harga pupuk organik komersial sebesar Rp
800.000/ton. Penelitian ini membuktikan bahwa daur ulang biomassa organik merupakan jasa ekosistem
(regulating services) yang signifikan dan selama ini belum sepenuhnya diakui dalam kebijakan pertanian
dan kalkulasi ekonomi usaha tani di Kabupaten Sidoarjo.
References
Achmad, M., dkk. (2025). Dampak Penggunaan Pupuk Kimia Berlebihan terhadap
Kualitas Tanah Sawah di Indonesia. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 30(1), 45–
58.
Alfin, N., & Qomariah, R. (2024). Eksternalitas Positif Pengelolaan Biomassa Organik
pada Lahan Pertanian. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(2), 112–125.
Altieri, M. A., & Nicholls, C. I. (2020). Agroecology and the Reconstruction of a PostCOVID-19 Agriculture. Journal of Peasant Studies, 47(5), 881–898.
Anwar, M. A., Indah, S., & Syafiuddin, A. (2023). Nilai Manfaat Ekonomi Ekosistem
Sawah di Desa Moncobalang, Kabupaten Gowa. Jurnal Agrisosioekonomika,
15(2), 78–92.
Ardy, R. (2024). Sistem Irigasi Teknis dan Pengaruhnya terhadap Produktivitas Lahan
Sawah. Jurnal Teknik Pertanian, 12(1), 23–35.
Barbier, E. B. (2020). A Global Green New Deal: Rethinking the Economic Recovery.
Cambridge University Press.
Barrios, E., dkk. (2020). Soil Organic Matter Decomposition Rates in Tropical Paddy
Fields. Soil Biology and Biochemistry, 145, 107–120.
332 (Prosiding Seminar Agrifuture: Integrasi Keberlanjutan dan Inovasi Pertanian)
BPS Sidoarjo. (2024). Kabupaten Sidoarjo dalam Angka 2024. Badan Pusat Statistik
Kabupaten Sidoarjo.
Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods
Approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Deviasari, N., Rosnita, & Warningsih, T. (2024). Valuasi Ekonomi Jasa Ekosistem
Kawasan Konservasi Perairan di Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Agribisnis,
26(1), 55–70.
FAO. (2017). Recycling of Crop Residues in Tropical Paddy Field Systems. Food and
Agriculture Organization of the United Nations.
FAO. (2021). Wetland Ecosystem Services and Paddy Agriculture: A Comprehensive
Review. Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Fauzi, A. (2019). Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan: Teori dan Aplikasi. PT
Gramedia Pustaka Utama.
Gao, J., dkk. (2022). Total Economic Value of Paddy Field Ecosystem Services in East
Asia. Ecological Indicators, 139, 108914.
Geissdoerfer, M., dkk. (2020). The Circular Economy – A New Sustainability Paradigm?
Journal of Cleaner Production, 143, 757–768.
Gupta, P. K., dkk. (2021). Rice Straw Chemical Composition and Its Potential as Organic
Fertilizer. Bioresource Technology, 325, 124715.
Herdiyanti, F., & Aswidinnoor, H. (2015). Pengelolaan Jerami Padi untuk Meningkatkan
Kesuburan Tanah Sawah. Jurnal Agronomi Indonesia, 43(1), 1–8.
Hidayat, R., & Sari, N. (2020). Valuasi Ekonomi Pengelolaan Sampah Organik melalui
Komposting untuk Pertanian Padi Sawah di Jawa Barat. Jurnal Ekonomi Pertanian
Indonesia, 4(2), 89–105.
Irawan, A., Cahaya, A., & Nurcahyaningtyas, R. D. (2024). Pendekatan Ekonomi Sirkular
sebagai Strategi Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Ekonomi
Pembangunan, 22(1), 15–30.
Kementerian Pertanian RI. (2023). Statistik Pertanian 2023. Pusat Data dan Sistem
Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
KLHK. (2023). Laporan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional 2023.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Maf’idatul Ilmi, E., Widya Inti, R., Mahdani, H. B., & Aulia Dewi, S. (2026).
Sustainability of Circular Economy-Based Agribusiness in the Agricultural
Sector: A Study of Lamongan Regency. Media Agribisnis, 10(1), 16–25.
Maharani, R. (2024). Volume Sampah Organik Rumah Tangga di Kabupaten Sidoarjo:
Tren dan Proyeksi. Jurnal Pengelolaan Lingkungan, 8(2), 45–60.
Maharani, R., & Riofita, H. (2025). Eksternalitas Lingkungan dari Pembakaran Jerami
Padi di Lahan Sawah Jawa Timur. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 12(1),
34–48.
Malihah, L., & Magfiroh, I. S. (2024). Ekonomi Sirkular dalam Sistem Pertanian:
Transformasi dari Limbah menjadi Sumber Daya. Jurnal Agribisnis Indonesia,
12(2), 88–103.
Mankiw, N. G. (2021). Principles of Microeconomics (9th ed.). Cengage Learning.
Masruroh, F., & Fardian, R. (2022). Model Pertanian Sirkular Berbasis Jerami Padi
sebagai Pupuk Organik. Jurnal Agribisnis, 14(1), 22–38.
Millennium Ecosystem Assessment (MA). (2005). Ecosystems and Human Well-being:
Synthesis. Island Press.
333
Mulyani, A., & Fadilah, N. (2021). Peran Sawah dalam Daur Ulang Sampah Organik
untuk Ketahanan Pangan Lokal. Jurnal Pertanian Terpadu, 9(2), 67–82.
Mulyani, A., dkk. (2020). Akumulasi Biomassa Jerami Padi pada Lahan Sawah di Jawa.
Jurnal Tanah dan Iklim, 44(1), 11–22.
Nguyen, T. T., dkk. (2023). Ecosystem Service Valuation as a Policy Advocacy Tool for
Paddy Land Protection in Southeast Asia. Land Use Policy, 126, 106521.
Nurhidayati, S. (2021). Nilai Ekonomi Lahan Sawah dan Kebijakan Perlindungan Lahan
Pertanian. Jurnal Kebijakan Pertanian, 5(2), 98–115.
Pearce, D. W., Barbier, E., & Markandya, A. (2019). Sustainable Development:
Economics and Environment in the Third World. Earthscan.
Permana, D. (2020). Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi. Penerbit Universitas
Brawijaya Press.
Portal Sidoarjo. (2024). Data Klimatologi dan Curah Hujan Kabupaten Sidoarjo 2024.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Purba, J. H. V. (n.d.). Jajar Legowo: Inovasi Sistem Tanam Padi untuk Meningkatkan
Produktivitas. BPTP Jawa Timur.
Purnomo, B. (2025). Pengelolaan Jerami Padi Pasca Panen: Tantangan dan Peluang.
Jurnal Agrotekno, 31(1), 55–70.
Putra, A., & Kurniawan, R. (2022). Analisis Nilai Ekonomi Lingkungan pada
Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Pupuk di Lahan Sawah Kabupaten
Karawang. Jurnal Agribisnis, 14(2), 44–58.
Puteri, R. A., & Purnomo, H. (2024). Green Agriculture dan Kontribusinya terhadap
Ekonomi Hijau di Pedesaan Jawa. Jurnal Ekonomi Hijau, 5(1), 12–28.
Ramadhan, R., & Murti, S. H. (2024). Konversi Lahan Sawah di Indonesia 2013–2023:
Skala, Pola, dan Dampak. Jurnal Agribisnis Terapan, 7(2), 34–50.
Rahmawati, D. (2024). Implementasi Konsep Ekonomi Hijau dalam Sektor Pertanian
Indonesia. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, 19(2), 88–
103.
Rayhan, M. (2023). Pertanian Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau: Sintesis Konseptual dan
Implikasi Kebijakan. Jurnal Ekologi Pertanian, 10(1), 1–15.
Sobri, A. Y. (2020). Teknik Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kualitatif. Penerbit
UB Press.
Sopyandi, A., dkk. (2024). Circular Economy in Paddy Agriculture: Reducing External
Input Dependency in Indonesian Rice Farms. Journal of Rural Studies, 107,
103255.
Studi, P., Sipil, T., Jaya, U. P., Air, I., & Tanam, P. (2020). Evaluasi Sistem Irigasi Daerah
Irigasi Porong Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Teknik Sipil, 12(1), 33–45.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi Revisi).
Penerbit Alfabeta.
Surisman, E., & Aminah, S. (2021). Karakteristik Varietas Ciherang dan Adaptasinya
pada Berbagai Kondisi Lahan Sawah. Buletin Penelitian Tanaman Padi, 5(1), 18–
28.
Susanto, R. (2022). Nilai Ekologis Lahan Sawah yang Tersembunyi: Sebuah Kajian
Literatur. Jurnal Ekologi dan Lingkungan Pertanian, 7(2), 67–82.
Syafi'i, M., dkk. (2025). Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga sebagai Pupuk Organik di
Lahan Pertanian Kelurahan Jrebeng Kulon. Jurnal Pengabdian Masyarakat
Pertanian, 3(1), 11–25.
334 (Prosiding Seminar Agrifuture: Integrasi Keberlanjutan dan Inovasi Pertanian)
Syifa, N. (2020). Metode Observasi dalam Penelitian Pertanian: Panduan Praktis.
Penerbit IPB Press.
TEEB. (2010). The Economics of Ecosystems and Biodiversity: Ecological and
Economic Foundations. Earthscan.
UNEP. (2011). Towards a Green Economy: Pathways to Sustainable Development and
Poverty Eradication. United Nations Environment Programme.
Wardhani, A., & Prasetyo, B. (2019). Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Pupuk
Alternatif pada Lahan Sawah: Studi Kasus di Kabupaten Klaten. Jurnal Ilmiah
Agribisnis, 4(1), 22–37.
Wezel, A., dkk. (2020). Agroecological Principles and Elements and Their Implications
for Transitioning to Sustainable Food Systems. Agronomy for Sustainable
Development, 40(6), 40.
Yuliana, I. (2020). Nilai Multifungsi Lahan Sawah: Tinjauan dari Perspektif Total
Economic Value. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 4(3), 201–215.
Yuliani, S. (2018). Analisis Nilai Ekonomi Limbah Organik Rumah Tangga sebagai
Pupuk Kompos pada Lahan Pertanian Sawah di Kabupaten Sleman. Jurnal
Agribisnis Terpadu, 11(2), 45–60.
Zhang, G., dkk. (2020). Carrying Capacity and Organic Matter Cycling in Paddy
Agroecosystems: A Review. Field Crops Research, 255, 107884.

