PERAN KEANEKARAGAMAN FLORA DALAM MENGURANGI PENCEMARAN UDARA DI RW07, PERUMAHAN TAMAN INDAH, SIDOARJO
Keywords:
keanekaragaman hayati, flora, pencemaran udara, vegetasi, SidoarjoAbstract
Artikel ini disusun berdasarkan proposal penelitian mengenai peran keanekaragaman
hayati flora dalam mengurangi pencemaran udara di RW07 Taman Indah, Sidoarjo.
Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara,
dokumentasi, dan inventarisasi vegetasi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi jenis
flora, tingkat keanekaragaman, serta perannya dalam menyerap polutan udara. Hasil awal
menunjukkan bahwa keberagaman flora berpotensi meningkatkan kualitas udara melalui
penyerapan karbon dioksida, penjerapan debu, dan perbaikan iklim mikro. Penelitian ini
diharapkan menjadi dasar pengelolaan lingkungan berbasis vegetasi untuk mendukung
pembangunan berkelanjutan di kawasan permukiman.
References
Abdillah, N. (2024), Pencemaran udara di ekosistem perkotaan: Ancaman terhad
biodiversitas dan ekosistem, 1(2).
Ahmad, D. N., & Setyowati, L. (2021). Mengenalkan Urban Farming pada Mahasiswa
Untuk Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19 dan Menambah Nilai
Ekonomi. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 4(1).
Aldi Salam, Ade Luvita Hayat, V. R. (2024). Analisis dampak pencemaran udara
terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan. Jurnal Sosial Dan Pengabdian
Masyarakat, 203), 17-24.
Alwi, D., Muhammad, S. H., Herat, H., Studi, P., Kelautan, 1, & Perikanan, F. (2020).
Keanekaragaman dan Kelimpahan Makrozoobenthos Pada Ekosistem Mangrove
Desa Daruba Pantai Kabupaten Pulau Morotoi. Jurnal Enggano, 5(1), 64-77.
Ardiansyah, I., Rahardjanto, A., Waluyo, L., Studi, P., Biologi, P., Keguruan, F.,
Malang, U. M., Raya, J., Nomor, T., & Timur, J. (2024). Keanekaragaman
Lichens Sebagai Indikator Kualitas udara Dikawasan hutan dengan tujuan
354 (Prosiding Seminar Agrifuture: Integrasi Keberlanjutan dan Inovasi Pertanian)
khusus (KHDTK) Pujon Kabupaten Malang. Jurnal Ilmiah Biologi, 12(1), 671-
688.
Arifin, H. S., & Pramukanto, Q. (2020), Analisis perubahan tutupan vegetasi dan
hubungannya dengan kualitas udara di kawasan Jabodetabek. Jurnal Pengelolaan
Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 10(2), 210-220.
Faisal, M., Ramadhona, N., Khairani, D., & Desela, R. (2024). Respon Tumbuhan
Terhadap Pencemaran Polusi Udara di Kawasan Kota Binjai. Jurnal Sains Dan
Ilmu Terapan, 7(2), 114-125.
Gong, C., Xian, C., Wu, T., Liu, J., & Ouyang, Z. (2023) Role of urban vegetation in air
Urban Sustainability, 3(1), 1-15 phytoremediation: differences between
scientific research and environmental management perspectives.
https://doi.org/10.1038/s42949-023-00105-0 Npj.
Ikhwannor, M., & Sari, D. E. (2025). Keanekaragaman Tumbuhan Tingkat Tinggi Di
Kawasan Kampus UIN Palangka Raya. 10(2).
Kartika, R., & Suwondo, E. (2021). Pengaruh Pencemaran Udara pada Wilayah
Perkotaan terhadap Pertumbuhan. Jurnal Ekologi Hutan, 6(2), 31-40.
Laisina. 1. K. & Pattinama, M. J. (2022) Keanekaragaman vegetasi taman kota sebagai
nang terbuka hijau di Kota Tidore Kepulauan Jornal Haton Palaw-Pulau Kecil,
6413, 45-54.
Lelieveld, J., Evans, J. S., Fnais, M., Giannadaki, D., & Pozzer, A. (2019). The
contribution of outdoor air pollution sources to premature mortality on a global
scale. Nature, 525(7569), 367²371.
Lumani, R. M., & Polii, B. (2023) Potensi jenis pohon pada ruang terbuka hijau Kota
Pontianak dalam ameliorasi iklim mikro. Bina Legos, 13(1), 55-64.
Miller, G. T., & Spoolman, S. (2018). Living in the Environment (20t
ed.). Cengage
Learning.
Seinfeld, J. H., & Pandis, S. N. (2016). Atmospheric Chemistry and Physics: From Air
Pollution to Climate Change (3rd ed.). Wiley.
United Nations Environment Programme. (2020). Air Pollution: A Global Threat.
United Nations.
World Health Organization. (2016). Ambient air pollution: A global assessment of
exposure and burden of disease.

