Valuasi Ekonomi Jasa Ekosistem Sawah Sebagai Objek Rekreasi di Desa Gempol Klutuk Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo

Authors

  • Nabila Meisya Fitri Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Markus Patiung Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
  • Ristani Widya Inti Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Keywords:

Valuasi Ekonomi, Sawah, Rekreasi, WTP, WTA

Abstract

Lahan sawah tidak hanya berfungsi sebagai sumber produksi pangan, tetapi juga memiliki nilai ekologis,
sosial, dan budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai objek rekreasi. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis Willingness to Pay (WTP) masyarakat non-petani, Willingness to Accept (WTA) petani,
faktor-faktor yang memengaruhi WTP, serta nilai ekonomi total jasa ekosistem sawah sebagai objek
rekreasi di Desa Gempol Klutuk Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan desain survei dan Contingent Valuation Method (CVM). Data dikumpulkan
dari 51 responden non-petani (WTP) dan 51 responden petani (WTA) menggunakan teknik accidental
sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata WTP masyarakat non-petani sebesar Rp15.000 per
orang, sedangkan nilai rata-rata WTA petani sebesar Rp100.000 per responden. Analisis regresi linier
berganda menunjukkan bahwa keindahan sawah (X1) dan akses ke lokasi (X4) berpengaruh positif dan
signifikan terhadap WTP, sementara kebersihan lingkungan (X2) dan fasilitas lokasi (X3) tidak
berpengaruh signifikan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,641 menunjukkan bahwa 64,1% variasi WTP
dapat dijelaskan oleh keempat variabel independen. Estimasi nilai ekonomi total jasa ekosistem sawah
sebagai objek rekreasi adalah Rp11.730.000/Ha. Temuan ini mengindikasikan bahwa sawah memiliki
potensi ekonomi yang signifikan sebagai objek rekreasi berbasis ekowisata yang dapat mendukung
kebijakan konservasi lahan berkelanjutan.

References

Barbier, E. B. (2019). The concept of natural capital. Oxford Review of Economic Policy,

35(1), 14–36.

Bateman, I. J., Carson, R. T., Day, B., Hanemann, W. M., Hanley, N., Hett, T., ... &

Swanson, J. (2002). Economic Valuation with Stated Preference Techniques: A

Manual. Edward Elgar Publishing.

Cole, S. (2012). A political ecology of water equity and tourism: A case study from Bali.

Annals of Tourism Research, 39(2), 1221–1241.

Costanza, R., de Groot, R., Braat, L., Kubiszewski, I., Fioramonti, L., Sutton, P., &

Grasso, M. (2017). Twenty years of ecosystem services: How far have we come

and how far do we still need to go? Ecosystem Services, 28, 1–16.

de Groot, R. S., Alkemade, R., Braat, L., Hein, L., & Willemen, L. (2012). Challenges in

integrating the concept of ecosystem services and values in landscape planning.

Ecological Complexity, 7(3), 260–272.

FAO, Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2019). Agritourism: A

sustainable approach to rural development. FAO. https://www.fao.org/

Field, B. C., & Field, M. K. (2017). Environmental economics: An introduction (7th ed.).

McGraw-Hill Education.

Freeman, A. M., Herriges, J. A., & Kling, C. L. (2014). The measurement of

environmental and resource values: Theory and methods (3rd ed.). Routledge.

382 (Prosiding Seminar Agrifuture: Integrasi Keberlanjutan dan Inovasi Pertanian)

Geertz, C. (2017). Involusi pertanian: Proses perubahan ekologi di Indonesia. Komunitas

Bambu.

Handayani, D., & Wicaksono, A. (2021). Valuasi ekonomi jasa ekosistem sawah untuk

pengembangan agrowisata di Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(1), 45–56.

Hanley, N., Shogren, J. F., & White, B. (2013). Introduction to environmental economics

(2nd ed.). Oxford University Press.

MEA, Millennium Ecosystem Assessment. (2005). Ecosystems and human well-being:

Synthesis. Island Press.

Mulyani, A., Kuncoro, D., & Ritung, S. (2020). Valuasi ekonomi dan jasa lingkungan

lahan sawah di Indonesia. Jurnal Tanah dan Iklim, 44(2), 95–108.

Pretty, J., Benton, T. G., Bharucha, Z. P., et al. (2020). Global assessment of agricultural

system redesign for sustainable intensification. Nature Sustainability, 3(10), 833–

840.

Putra, I. K. D., & Sari, N. M. (2022). Pendekatan gabungan TCM dan CVM dalam

penilaian ekonomi jasa rekreasi sawah di Tabanan, Bali. Jurnal Ekonomi dan

Pembangunan Indonesia, 22(2), 177–190.

Santosa, D. A., & Purnomo, E. P. (2020). Valuasi ekonomi jasa lingkungan ekosistem

sawah: Studi ekowisata berbasis masyarakat di Sleman. Jurnal Sosial Ekonomi

Pertanian, 13(1), 11–22.

Sukmawati, R., & Rahardjo, B. (2020). Estimasi nilai ekonomi lanskap persawahan

terhadap nilai properti dan kepuasan rekreasi di Sleman. Jurnal Wilayah dan

Lingkungan, 8(3), 155–168.

Suryanto, E. (2018). Sawah sebagai lanskap rekreasi: Potensi dan tantangan

pengembangan ekowisata pedesaan. Jurnal Lanskap dan Ekowisata, 4(2), 87–99.

Susilowati, I. (2020). Daya tarik ekowisata sawah sebagai destinasi wisata alternatif di

pedesaan Jawa Tengah. Jurnal Pariwisata Indonesia, 16(2), 85–96.

Syahza, A., & Suwondo, S. (2017). Analisis potensi ekonomi ekowisata berbasis sawah

di Kabupaten Kampar, Riau menggunakan Travel Cost Method. Jurnal Ekonomi

dan Pembangunan, 25(2), 112–124.

Tietenberg, T. H., & Lewis, L. (2018). Environmental and natural resource economics

(11th ed.). Routledge.

Yulian, A., & Fitriana, D. (2019). Valuasi jasa lingkungan sawah terasering sebagai daya

tarik wisata di Bali menggunakan Contingent Valuation Method (CVM). Jurnal

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 7(1), 33–45.

Downloads

Published

2026-08-13

How to Cite

Fitri, N. M., Patiung, M., & Inti, R. W. (2026). Valuasi Ekonomi Jasa Ekosistem Sawah Sebagai Objek Rekreasi di Desa Gempol Klutuk Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Prosiding Seminar Nasional Agrifuture, 1(1), 369–382. Retrieved from http://journal.uwks.ac.id/agrifuture/article/view/5832