Pengaruh EM4 Dan MOL terhadap Fermentasi POC Limbah Kulit Telur Ayam
Keywords:
limbah kulit telur, pupuk organik cair, EM4, MOL, fermentasiAbstract
Limbah kulit telur ayam merupakan salah satu jenis limbah organik yang dihasilkan dalam jumlah besar oleh rumah tangga, industri pangan, dan peternakan unggas. Kandungan kalsium karbonat (CaCO₃) yang tinggi menjadikan limbah ini sebagai bahan baku potensial untuk pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keefektifan penggunaan bioaktivator Effective Microorganisms 4 (EM4) dan Local Microorganisms (MOL) berbasis ecoenzyme pada berbagai ukuran partikel limbah cangkang telur dalam produksi POC. Fermentasi dilakukan selama 28 hari, dengan pengamatan dilakukan pada hari ke-0, 7, 14, 21, dan 28. Parameter yang diamati meliputi suhu, pH, warna, dan bau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu fermentasi berkisar antara 22,3 hingga 27,3°C dan berfluktuasi sepanjang proses fermentasi. Nilai pH berkisar antara 4,3 hingga 5,4 dan cenderung meningkat menjelang akhir fermentasi. Nilai pH yang diperoleh memenuhi standar kualitas pupuk organik cair sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Karakteristik fisik pupuk organik cair tersebut mengalami perubahan, yang ditandai dengan pergeseran warna dari kuning pucat menjadi cokelat tua serta munculnya aroma fermentasi yang khas. Secara umum, penggunaan EM4 dan MOL mendukung proses fermentasi limbah kulit telur menjadi pupuk organik cair dengan karakteristik yang relatif serupa.
References
Ekawandani, N., & Halimah, N. (2021). Pengaruh Penambahan Mikroorganisme Lokal ( MOL ) Dari Nasi Basi Terhadap Pupuk Organik Cair Cangkang Telur. 6(2), 2–9.
Inrianti, Patras Pumoko, Sepling Paling, & Alber Tulak. (2022). Sosialisasi Dan Pelatihan Pembuatan Mikroorganisme Lokal (Mol) Bonggol Pisang Sebagai Pupuk Organik Cair Dalam Mendukung Pertanian Organik Masyarakat Wamena, Papua Indonesia. Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(4), 87–93. https://doi.org/10.58192/karunia.v1i4.331
Mu’tamirah, S., & Harwani, N. P. (2021). Lontara. 2(2), 121–132.
Nandiyanto, A. B. D., Putri, M. E., Fiandini, M., Ragadhita, R., Kurniawan, T., Farobie, O., & Bilad, M. R. (2024). Characteristics of Ammonia Adsorption on Various Sizes of Calcium Carbonate Microparticles from Chicken Eggshell Waste. Moroccan Journal of Chemistry, 12(3), 1073–1096. https://doi.org/10.48317/IMIST.PRSM/morjchem-v12i3.48106
Rahyuni, D., Lusiana, & Yuniyarti, S. (2023). PENGARUH MIKROORGANISME LOKAL ( MOL ) TERHADAP KUALITAS KOMPOS DAUN JATI ( TECTONA GRANDIS ) KERING INFLUENCE OF LOCAL MICROORGANISM ( MOL ) ON THE QUALITY OF DRY JATI ( TECTONA GRANDIS ) LEAVES COMPOST. 23(1), 46–55.
Salo Alfriany, L., Ramba, D., & Allai, E. (2025). Penerapan Pupuk Organik Cair di Lembang Paonganan: Langkah Menuju Pertanian Berkelanjutan. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 78–84. https://doi.org/10.31949/jb.v6i1.10897
Sekaringgalih, R., Rachmah, A. N. L., Hakim Raharjo, S., & Ansori. (2025). Sintesis dan Karakterisasi Kalsium Karbonat Presipitat dari Limbah Cangkang Telur melalui Metode Karbonasi. Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi, 8(2), 257-265. 8(2), 257–265.
Siswati, N. D., Theodorus, H., & Eko, W. (2022). Effective Microorganisms. 9(1), 63–68.
Sultoni, S., Miswan, & Nur, A. (2022). EFEKTIFITAS MIKROORGANISME LOKAL (MoL) LIMBAH NASI SEBAGAI AKTIF ATOR PEMBUATAN PUPUK KOMPOS ORGANIK.
Supriadi, D., Milanda, T., Anis, Y. C., Muctaridi, & Abdassah, M. (2023). Calcium Carbonate Isolation From Eggshell To Meet Pharmacopoeial Standards and Its Effectiveness As an Antacids. International Journal of Applied Pharmaceutics, 15(5), 204–209. https://doi.org/10.22159/ijap.2023v15i5.48045
Widyabudiningsih, D., Troskialina, L., Fauziah, S., & Siti, N. (2021). Pembuatan dan Pengujian Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Buah-buahan dengan Penambahan Bioaktivator EM4 dan Variasi Waktu Fermentasi. 04(01), 30–39.
Yunilas, Y. (2023). (2023). Pemanfaatan Limbah Kulit Telur sebagai Bahan Tambahan Pupuk Organik Cair untuk Pertumbuhan Tanaman Sayur. Jurnal Agrotek Indonesia, 8(1), 11-20.


