ALOKASI WAKTU KERJA PETANI PADI SAWAH DALAM POLA NAFKAH GANDA PADA USAHA PEMBESARAN IKAN AIR TAWAR DI KECAMATAN PADANG JAYA KABUPATEN BENGKULU UTARA

Working Time Allocation of Rice Paddy Farmers in Dual Livelihood Pattern on Freshwater Fish Raising Business in Padang Jaya Sub-District North Bengkulu Regency

Authors

  • Lusi Novalia Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Dehasen
  • Herri Fariadi Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Dehasen
  • Evi Andriani Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Dehasen

DOI:

https://doi.org/10.30742/jisa25220254935

Abstract

Penelitian ini menganalisis alokasi waktu dan faktor-faktor yang mempengaruhi petani padi yang menerapkan strategi pendapatan ganda dengan mengintegrasikan budidaya ikan air tawar di Kecamatan Padang Jaya, daerah Minapolitan di Kabupaten Bengkulu Utara. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda, penelitian ini bertujuan untuk menilai distribusi waktu kerja antara kedua aktivitas tersebut dan mengidentifikasi faktor penentu alokasi tenaga kerja untuk perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani menghabiskan rata-rata 119 jam per bulan untuk pertanian padi dan 151 jam untuk budidaya ikan. Faktor-faktor kunci yang secara signifikan mempengaruhi alokasi waktu kerja untuk budidaya ikan air tawar adalah motivasi budidaya ikan, persepsi profitabilitas pertanian padi, dan usia petani. Sebaliknya, tingkat pendidikan formal dan jumlah tanggungan ditemukan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Temuan ini menyoroti kelayakan sistem agrikultur-akuakultur terintegrasi dan menggarisbawahi pentingnya motivasi intrinsik dan persepsi ekonomi dalam strategi diversifikasi tenaga kerja di daerah Minapolitan.

Kata kunci: Alokasi Waktu Kerja, Pembesaran Ikan Air Tawar, Pola Nafkah Ganda.

This study analyzes the time allocation and influencing factors for rice farmers who adopt a dual-income strategy by integrating freshwater fish farming in Padang Jaya District, a Minapolitan area in North Bengkulu Regency. Using a quantitative approach with multiple linear regression analysis, the research aimed to assess working time distribution between the two activities and identify determinants of labor allocation to fisheries. Results indicate that farmers spend an average of 119 hours monthly on rice farming and 151 hours on fish farming. Key factors significantly influencing the allocation of working time to freshwater fish farming are motivation for fish farming, perceptions of rice farming profitability, and farmer age. In contrast, formal education level and the number of dependents were found to have no significant effect. The findings highlight the viability of integrated agri-aquaculture systems and underscore the importance of intrinsic motivation and economic perceptions in labor diversification strategies within Minapolitan zones.

Keywords: Work Time Allocation, Freshwater Fish Farming, Dual Livelihood Pattern.

Downloads

Published

2025-12-31